Selamat Datang di Universitas Konservasi

Universitas Negeri Semarang memiliki visi menjadi universitas konservasi, bertaraf internasional, yang sehat, unggul, dan sejahtera pada tahun 2020.

Fakultas Ilmu Pendidikan

FIP memiliki misi untuk menylenggarakan pendidikan akademik dan profesional dibidang kependidikan dan non kependidikan pada berbagai jenjang serta mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pendidikan dan psikologi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepad masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan dan ketaqwaan.

Di Kampus: Nggowes Yuk !

Mari gunakan transportasi ramah lingkungan, nggowes yuk!

Menanam Pohon, Menanam Harapan

Menanam di hari ini memberi sejuta arti bagi kelestarian bumi dan kehidupan anak cucu kita nanti.

Papika Unnes 2014-2016

Berdasarkan keputusan dewan juri babak akhir,dari enam finalis yang terpilih ditetapkan juara Papika 2014 Unnes adalah juara I putra Handri Wijaya dari FIK,Sedangkan juara I putri yaitu Yosi Purnama Sari dari FIS.

Rabu, 17 Desember 2014

Kebersamaan Kelompok 2 KDK membuat Video Teknik Reasurance

Kelompok 2 KDK Video Teknik Reasurance beranggotakan Aulia Dwi Kintari,Rizqi Mualifah Alif ,Anam,Eka Fitri,Wielina,Chika,Eko mahesti,Ricka wenys , Mia Triana Dewi dan dan Rifrina. Syuting dilakukan pada hari Jum'at 12 Desember 2014. Mau liat gimana serunya ? Nih liat foto-foto kita :)

Selasa, 16 Desember 2014

MPIBK Rombel 1 ( Kumpulan semua PPT)

Untuk mendownload PPT materi Pengertian,Komponen,dan Karakteristik klik disini 
Untuk mendownload PPT materi Sejarah Komputer klik disini 
Untuk mendownload PPT materi Komponen Hardware dan Software dalam Layanan Bk klik disini 
Untuk mendownload PPT materi Analisis SWOT TIK klik disini 
Untuk mendownload PPT materi Program Pemerintahan dan Swasta dalam Implementasi TIK untuk BK klik disini 
Untuk mendownload PPT materi Peranan dan Manfaat BK klik disini 
Untuk mendownload PPT materi Hubungan TIK dengan Komputer klik disini
Untuk mendownload PPT materi Pembelajaran Modern BK klik disini
Untuk mendownload PPT materi Komponen Data dan Informasi klik disini

Makalah Perkembangan Belajar Masa Anak

MAKALAH PERKEMBANGAN BELAJAR MASA ANAK

 Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling Belajar

Dosen pengampu: Ninik Setyowani Muslikah

 Oleh Mia Triana Dewi (1301413042)

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2014

 BAB I PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang

Perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Sedangkan belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan - perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap. Seorang konselor sangat perlu dalam mengetahui perkembangan belajar masa anak-anak. Seorang konselor tidak mengonseling remaja dan dewasa saja, melainkan juga mengonseling anak-anak. Dan setiap anak-anak memiliki perbedaan dalam belajar. Dari perkembangan kognitif, perkembangan fisik, perkembangan sosio-emosional, perkembangan moral, perkembangan sosial, perkembangan moral, perkembangan bahasa, perkembangan intelektual dan perkembangan emi osi. Dengan beberapa hal di atas seorang konselor dapat memahami dengan baik kondisi belajar yang di alami oleh anak-anak. Sehingga anak-anak tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, kami membuat makalah yang berjudul ” Perkembangan Belajar Masa Anak-anak”.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian perkembangan?
2. Apa yang dimaksud dengan pengertian belajar?
3. Apa saja macam-macam perkembangan yang dialami pada masa anak-anak?

1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian perkembangan
2. Untuk mengetahui pengertian belajar
3. Untuk memaparkan perkembangan yang dialami pada masa anak-anak

 BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Perkembangan

Perubahan merupakan hal yang melekat dalam pengertian perkembangan. E.B. Hurlock (Istiwidayanti dan Soedjarwo, 1991) mengemukakan bahwa perkembangan atau development merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Ini berarti, perkembangan terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat progresif (maju), baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Perubahan kuantitatif disebut juga ”pertumbuhan” merupakan buah dari perubahan aspek fisik seperti penambahan tinggi, berat dan proporsi badan seseorang. Perubahan kualitatif meliputi perubahan aspek psikofisik, seperti peningkatan kemampuan berpikir, berbahasa, perubahan emosi dan sikap, dll. Selain perubahan ke arah penambahan atau peningkatan, ada juga yang mengalami pengurangan seperti gejala lupa dan pikun.

 Jadi ,perkembangan bersifat dinamis dan tidak pernah statis. Terjadinya dinamika dalam perkembangan disebabkan adanya ”kematangan dan pengalaman” yang mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi/ realisasi diri. Kematangan merupakan faktor internal (dari dalam) yang dibawa setiap individu sejak lahir, seperti ciri khas, sifat, potensi dan bakat.

2.2 Pengertian belajar

Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan - perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap (menurut Winkell) 2.3 Perkembangan Masa Kanak-Kanak Awal (2 – 6 Tahun) Perkembangan pasa masa anak-anak awal meliputi perkembangan fisik, intelektual, dan sosio-emosionl. Pada masa ini anak akan merasakan pengaruh-pengaruh serta perubahan fungsi fisik yang semakin berkembang sehingga menyebabkan proses pertumbuhan yang penuh dengan variasi sesuai dengan individu, kepribadian, campur tangan keluarga, dan pribadi anak. Petumbuhan fisik tidak dapat dikatakan mengikuti pola ketetapan yang tertentu. Berikut adalah kemampuan-kemampuan yang dapat di bantu dalam perkembangannya oleh guru di sekolah yaitu :
 1) Perkembangan Fisik pada Masa Kanak-kanak Awal a. Pertumbuhan tinggi dan berat badan Pertumbuhan masa kanak-kanak awal tidak terjadi sepesat pada masa bayi (Santrock, 2002; Monks dkk, 1998). Pada masa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah tinggi 6,25 cm setiap tahun, dan bertambah berat 2,5 sampai 3,5 kg setiap tahun. Pada usia 6 tahun berat harus kurang lebih mencapai 7 kali berat pada waktu lahir. Postur tubuh anak pada masa kanak-kanak awal meliputi :
1) Gemuk (Endomorfik) 2) Berotot (mesomorfik) 3) Relative kurus (etomorfik)

 Besar kecilya tubuh seseorang dipengaruhi oleh factor keturunan dan juga factor lingkungan. Faktor keturunan menentukan cara kerja hormon yang mengatur pertumbuhan fisik yang dikelurka oleh lobus anterior dari kelenjar pituitary, suatu kelejar kecil yang terletak didasar sebelah bawah otak.Anak-anak dengan usia sebaya dapat memparlihatkan tinggi tubuh yang sangat berbeda, tetapi pola pertumbuhan tinggi tubuh mereka tetap mengikuti aturan yang sama. Bila dihitung secara rata-rata, pola ini dapat menggambarkan pertumbuhan anak pada usia tertentu. hal ini dipenganruhi oleh faktor dari dalam (gen) dan faktor dari luar seperti asupan gizi yang memadai untuk pertumbuhan tinggi badan. Perbandingan tubuhnya sangat berubah tidak lagi seperti bayi akan tetapi memiliki ciri-ciri pertumbuhan kanak-kanak awal yaitu:
1. Pada bagian-bagian tubuh berangsur-angsur berkurang
2. Tubuh cenderung berbentuk kerucut
3. Perut yang rata (tidak buncit)
4. Dada lebih bidang dan rata
5. Bahu lebih luas dan lebih persegi
6. Gumpalan Lengan dan kaki lebih panjang dan lurus
7. Tangan dan kaki tumbuh lebih besar

 Bukan hanya perubahan pada bagian tubuh saja akan tetapi tulang dan otot anak mengalami tingkat pengerasan yang bervariasi pada bagian-bagian tubuh yaitu meliputi ;otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan berat, anak lebih kurus walaupun berat bertambah, selama 4 – 6 bulan pertama dari awal masa kanak-kanak, 4 gigi bayi yang terakhir yakni geraham belakang muncul. Selama setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal yakni gigi seri tengah yang pertama kali lepas dan digantikan gigi tetap. Akhir dari masa kanak-kanak awal biasanya anak memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah dimana gigi tetap akan muncul.

b. Perkembangan motorik pada masa kanak-kanak awal Awal masa kanak-kanak merupakan periode vital dalam mempelajari ketrmpilan tertentu, karena menurut Hurlock (1992) ada tiga alasan, yakni:
1) Anak senang mengulang-ulang, sehingga dengan snang hati mau mengulang suatu aktivitas sampai terampil. Contohnya: seorang anak yang diajnakari oleh orang tuanya memanggil ibunya dengan sebutan mama, maka anak itu akan terbiasa dan memanggil ibunya dengan sebutan mama secara berulang-ulang.
2) Anak-anak bersifat pemberani, sehingga tidak terhambat rasa takut kalau mengalami sakit atau diejek teman-teman sebagai mana yang ditakuti oleh anak yang lebih besa. Contohnya: ketika seorang akan tampil disebuah pentas dia akan dengan senang hati tanpa malu-malu atau tanpa takut salah akan lebih percaya diri dibandingkan anak dewasa yang sudah mengenal rasa malu.
3) Anak akan mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka, masih lentur dan ketrampilan yang dimiliki lebih sedikit, sehingga ketrampilan yang sudah dikuasai tidak mengganggu ketrampilan yang sudah ada. Contohnuya: ketampilan dalam menari tidak mengganggu atau tidak mempengaruhi ketrampilan dalam berbicara. Ketrampilan umum yang sering dilakukan anak-anak biasanya menyangkut ketrampilan tangan dan kaki contoh: ketrampilan dalam aktifitas makan dan berpakaian sendiri dimulai pada masa bayi dan disempurnakan pada masa kanak-kanak awal . kemajuan terbesar kemampuan berpakaian antara usia 1,5 dan 3,5 sehingga pada masa taman kanak-kanak (TK) mereka sudah dapat berpakaian sendiri, menggikat tali sepatu, dan menyisir rambut dengan sedikit bantuan. Antara usia 5 dan 6 tahun anak-anak sudah pandai melempar dan menagkap bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk tanah liat atau plastisin, menggambar menggunakan pensil dan mewarnai gambar. Ketrampilan kaki mulai dilakukan dengan gerakan-gerakan kaki. Usia 5 atau 6 tahun anak belajar melompat dan berlari cepat, dan mereka sudah dapat memanjat. Antara usia 3-4 tahun anak dapat mempelajari sebuah sepeda roda tiga, berenang, lompat tali,keseimbangan tubuh dalam berjalan diatas dinding atau pagar, sepatu roda, bermain es batu, menari.

 2) Perkembangan Intelektual pada Masa Kanak-kanak Awal

a. Perkembangan Kognitif Pada masa kanak-kanak awal, anak berfikir konfergen menuju suatu jawaban yang paling mungkin dan yang paling benar terhadap suatu persoalan. Menurut perkembangan kognitif piaget, anak pada masa kanak-kanak awal berada pada tahap perkembngan praorerasional (2-7 tahun), istilah praoperasional menunjukkkan pengertian belum matangnya cara kerja pikiran. Pemikiran pada tahap praoprasional masih kacau dan belum terorganisasi dengan baik (santrock, 2002),yang sering dikatakan anak belum mampu menguasai operasi mental secara logis. Adapun cirri-ciri berfikir pada tahap praoprasional adalah sebagai berikut:
a. Anak mulai menguasai fungsi simbolis; sebagai akibatnya,anak mulai mampu bermain pura (pretend play), dismping itu penguasaan bahasa menjadi semakin sistematis.
b. Terjadi tingkah laku imitasi;anak suka melakukan peniruan besar-besaran, terutama pada kakak atau teman yang lebih besar usianya dan dari jenis kelaminnya sama.Tingkah laku immitasi ini dilakukan secara langsung maupuan tertunda. Pada tingkah laku imitasi tertunda, anak setelah melihat tingkah laku orang lain,tidak langsung menirukan, melainkan ada rentangan waktu beberapa saat baru menirukan.
c. Cara bepikir anak egosentris; yaitu suatu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif (sudut pandang) seseorang dengan perspektif orang lain (santrock,2002). Sebagai contoh, ketika mary ditelfon ayahnya dan ditanya apakah ibunya ada, mery mengangguk-angguk. Dalam hal ini mary tidak dapat mengerti bahwa anggukannya tidak dapat dilihat oleh ayahnya yang ada di suatu tempat yang jauh dari dirijnya.
 d. Cara berfikir anak centralized, yaitu terpusat pada satu dimensi saja (monks dkk.,1998). Sebagai contoh, pada suatu eksperimen, anak dipertunjukkan dua gelas A dan B yang sama diameter dan tingginya, pad kedua gelas itu diisi air jeruk yang sama banyaknya, kemudian anak ditanjya air jeruk yang ada di gelas A dengan gelas B mana yang lebih banyak, maka anak dengan cepat akan menjawab : “sama banyaknya”. Jawaban ini didasarkan pada pandangan tentang garis sejajar yang ditariknya dari permukaan air jeruk yang ditariknya dari permukaan air jeruk yang ada didalam gelas A dan gelas B. setelah itu dengan disaksikan anak, aor jeruk yang ada digelas B ditungkan digelas C yang diameternya lebih kecil, tetapi lebih tinggi, kermudian anak ditanya lagi, mana yang lebih banyak antara air jeruk gelas A dengan gelas C. Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, anak akan menjawab air jeruk di gelas C lebih banyak, karna permukaannya lebih tinggi. Dalam hal ini anak mengabaikan dimensi lebar gelas, dan hanya memperhatikan dimensi tinggi dari gelas. Cara berfikir seperti ini dikatakan belum menguasai gejala konservasi.
 e. Berpikir tidak dapat dibalik ; operasi logis anak pada masa ini belum dapat dibalik.
 f. Berfikir terarah statis; artinya dalam berfikir anak tidak pernah memperhatikan dinamika proses terjadinya sesuatu.

 b. Perkembangan Bahasa dan Bicara

Perkembngan bahasa dipengaruhi Teori Belajar Sosial, yakni anak belajar dengan model-model yang ada diligkungannya. Melalui imitasi dan respon dari lingkungan, akhirnya anak menguasai ketrampilan bicara. Sedangakan menurut Chomsky, perkembangan bahasa anak terjadi karena factor pembawaan; bahwa anak lahir sudah disertai dengan LAD (Language Acquisition Device) yang membuat anak sering mengekspresikan sesuatu dengan kata yang tidak ditemukan dari lingkungannya. Bahasa dibutuhkan untuk komunikasi dengan dunia luar. Bahasa yang dimaksud adalah bahasa tutur kata yang dapat dimengerti oleh sesama manusia.

Menurut Karl Buhler (Monks dkk., 1992) ada 3 faktor yang meneentukan dalam teori bahasa, yakni:
 1. Kundgabe (Appele), yakni fungsi bahasa untuk menyatakan apa yang terjadi dalam si pembicara, misalnya anak menjerit ketakutan atau bersorak gembira, ini merupakan fungso Kungabe yang dapat menimbulkan fungsi Auslosung.
2. Auslosung (Ausdruck), yakni fungsi untuk menimbulkan reeaksi social, misalnya mengajak pergi ketoko atau kesekolah. Dalam hubungannya dengan orang lain, ternyata fungsi yang pertama (Aulosung) juga dapat menimbulkan reaksi social, missal anak menjerit akan menimbulkan reaksi terkejut dari orang lain. Jadi dapat dikatakan bahwa Kungabe memiliki hubungab dengan Auslosung.
3. Darstellung, yakni fungsi untuk melukiskan suatu keadaan secara obyektif, meletakkan atau mengerti hubungan antara hal yang satu dengan yang lain,dapat memformulasi ide-ide.

Hal-hal tadi merupakan sifat-sifat manusia yang spesifik dan hanya manusia yang dapat mengadakan Darstellung. Menurut Karl Buhler seorang anak harus memiliki tiga fungsi tersebut karna perkembangan anak dipengaruhi imitasi. Jadi bila tidak ada yang ditiru, maka tidak ada input perkembangan bahasa. Selin itu juga harus ada respon dari lingkungan sektar untuk menanggapi tingkah laku anak.

3) Perkembangan Sosio-emosional
Pada Masa Kanak-kanak Awal Banyak keluarga dan pendidik anak usia dini menekankan perkembangan social selama masa kanak-kanak awal atau tahun-tahun prasekolah. Aspek-aspek perkembngan social emosional anak-anak prasekolah dapat menjadi bagian integral dari perkembangan area lainya, seperti perkembangan aspek kognitif dan perkembangan motorik.
a) Elemen-elemen Sosial dari bermain dan implikasinya pada pendidikan Dalam bermain anak mengalami perubahan dari permainan solitair, parallel, sampai kepermainan asosiatif. Dari bermain anak belajar sejumlah peraturan social.
 b)Otonomi dan inisiatif yang berkembang, serta implikasinya pada pendidikan Anak pada masa kanak-kanak awal menurut perkembangan psikososial Erikson berada pada tahap perkembangan otonomi vs rasa malu dan ragu-ragu, serta perkemnbangan inisiatif vs rasa bersalah.
c) Perasaan tentang diri (self) dan implikasinya pada pendidikan Perkembangan self diawali dari perasaan diri secara fisik seperti ‘saya adalah anak perempuan’, ‘saya berambut panjang ‘, kemudian berkembang menjadi perasaan diri yang lebih bersifat psikologis, seperti ‘saya pandai meklompat’, ‘saya disenagi orang banyak’. Perkembangan self yang baik akan meningkatkan self-esteem yang positf anak yang memiliki self-esteen positif akan lebih berprestasi, lebihpercaya diri dan lebih mandiri serta ramah.
d) Hubungan teman sebaya,serta implikasinya pada pendidikan Anak yang popular terbukti memiliki keterampilan social yang lebih tinggi disbanding anak yang populer. Anak yang populer terlibat dengan hubungan teman sebaya yang lebih kompleks,dan hal ini lebih menguntungkan dan mengingatkan lagi bagi perkembangan kognitifnya.
e) Konflik social, serta implikasinya pada pendidikan Anak-anak yang mengalami konflik dan mampu mengatakan secara verbal akan mencoba menyelesaikan konfliknya dengan kekuatan fisik. Oleh karena itu belajar mengatakan perasaannya untuk menyelesaikan konfllik secara verbal menjadi hal yang sangat penting bagi anaka pada masa kanak-kanak awal.
f) Perilaku prososial, dan implikasinya pada pendidikan Perilaku prososial dapat berkembang apabila anak diajarkan untuk berfikir dengan cara sudut pandang orang lain, hal ini dapat diperoleh melalui permainan pura-pura.
 g) Ketakutan-ketakutan anak beserta implikasinya pada pendidikan Anak-anak mengalami perkembangan emosi dari senang, marah, susah menjadi malu, kecewa dan sebagainya. Pada masa ini anak tidak perlu belajar bagaimana cara mengekspresikan emosinya, tetapi perlu belajar mengendalikannya.
h) Pemahaman gender dan implikasinya pada pendidikan Anak masa kanak-kanak awal sering mengembangkan stereotipi tentang gender yang salah , seperti anak perempuan tidak boleh menjadi polisi. Pendidik mempunyai peranan penting untuk mengajarkan anak sadar akan gendernya sendiri , menentang berkembangnya stereotipi tentang gender yang salah, serta mendengar, serta mendorong anak-anak bermain secara lintas gender.

2.2. Perkembangan Masa Kanak-kanak Tengah dan Akhir (6 – 12 Tahun)

Guru atau pendidik perlu memahami bahwa semua siswa memiliki kebutuhan meskipun intenskkitas kebutuhan bervariasi antara siswa yang satu dengan yang lain. Kebutuhan siswa juga bervariasi sesuai dengan tahapan perkembangannya, meski pada umumnya meliputi kebutuhan fisik, kognitif, emosi, social dan intelektual.hal ini akan menentukan bagaimana siswa dalam masing-masing tahapan akan belajar dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Masa kanak-kanak akhir sering disebut sebagain masa usia sekolah atau masa sekolah dasar. Masa ini dialami annak pada usia 6 tahun sampai masuk kemasa pubertas dan masa remaja awal yang berkisar pada usia 11-13 tahun. Pada masa ini anak sudah matang bersekolah dan sudah siap masuk sekolah dasar. Pada awal masuk sekolah sebagian anak mengalami gangguan keseimbangan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah yang dipengaruhi oleh beberapa faktor perkembangan: 1. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan fisik meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus.
a. Perkembangan Motorik Kasar Kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Otot-otot besar dan sebagian atau seluruh anggota tubuh digunakan oleh anak untuk melakukan gerakan tubuh. Perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Karena proses kematangan setiap anak berbeda, maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda dengan anak lainnya.
 b. Perkembangan Motorik Halus Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu. Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan anak untuk belajar dan berlatih. Kemampuan menulis, menggunting, dan menyusun balok termasuk contoh gerakan motorik halus.

2. Perkembangan Kognitif Menurut Piaget,

Masa kanak-kanak akhir berbeda dalam tahap operasi konkret dalam berfikir (usia 7-12 tahun), dimana konsep yang pada awal masa kanak-kanak merupakan konsep yang samar-samar dan tidak jelas. Anak menggunakan operasi mental untuk memecahkan masalah-masalah yang aktual, anak mampu menggunakan kemampuan mentalnya untuk memecahkan masalah yang bersifat konkret. Kini anak mampu berfikir logis meski masih terbatas pada situasi sekarang. Masa kanak-kanak akhir menurut Piaget (Partini, 1995: 52 - 53) tergolong pada masa operasi konkret dimana anak berfikir logis terhadap objek yang konkret. Berkurang rasa egonya dan mulai bersikap sosial.
Terjadi peningkatan pemeliharaan, misalnya mulai mau memelihara alat permainannya. Mengelompokan benda-benda yang sama. Memperhatikan dan menerima pandangan orang lain. Materi pembicaraan lebih ditujukan kepada lingkungan sosial, tidak pada dirinya sendiri. Berkembang pengertian tentang jumlah, panjang, luas dan besar. Pada masa ini anak dapat melakukan banyak pekerjaan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada yang dapat mereka lakukan pada masa sebelunya. Pemahamannya tentang konsep ruangan, kausalitas, kategorisasi, konversi dan penjumlahan lebh baik. Anak usia 6 atau 7 tahun dapat dipercayamenemukan jalan dari dan ke sekolah. Mereka mempunyai ide yang lebih baik tentang jarak dari satu tempat ke tempat lain, lama waktu tempuhnya, dan dapat mengingat rute dan tanda-tanda jalan. Keputusan tentang sebab akibat akan meningkat. Anak berinisiatif menggunakan strategi untuk penambahan, dengan menggunakan jari-jari atau dengan benda lainnya. Mereka juga dapat memecahkan soal cerita yang bersifat sederhana. Kemampuan mengkategorisasi membantu anak untuk berfikir logis.

Menurut Piaget, anak-anak dalam tahapan operasi konkret berfikir induktif, yaitu dimulai dengan observasi seputar gejala atau hal yang khusus dari suatu kelompok masyarakat, binatang, objek, atau kejadian, kemudian menarik kesimpulan. Misalnya anjing tono mengonggong, anjing susi menggonggong, anjing budi menggonggong, jadi semua anjing menggonggong. Perkembangan kognitif menggambarkan bagaimana kemampuan berfikir anak berkembang dan berfungsi. Kemampuan berfikir anak berkembang dari tingkat yang sederhana dan konkret ketingkat yang lebih rumit dan abstrak. Pada masa ini anak juga dapat memecahkan masalah-masalah yang bersifat konkret. Anak mengetahui volume suatu benda padat atau cair meskipun ditempatkan pada tempat yang berbeda bentuknya. Berkurang rasa egonya dan mulai besifat sosial. Terjdi peningkatan dalam hal pemeliharaan, misalnya mulai memelihara alat permainannya. Mengerti perubahan-perubahan dan proses dari kejadian-kejadian yang lebih komplek serta saling hubungannya. Mereka memiliki pengertian yang lebih baik tentang konsep ruang, sebab akibat, kategorisasi, konservasi, dan tentang jumlah. Anak mulai memahami jarak dari satu tempat ketempat lain, memahami hubungan antara sebab dan akibat yang ditimbulkan, mengkelompokan benda berdasarkan kriteria tertentu, dan menghitung. Guru diharapkan membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berfikirnya. Kemampuan berfikir ditandai dengan adanya aktifitas – aktifitas mental seperti mengingat, memahami dan memecahkan masalah. Pengalaman hidupnya memberikan andil dalam mempertajam konsep. Anak sudah lebih mampu berfikir, belajar, mengingat, dan berkomuniksi, karena proses kognitifnya tidak lagi egosentrisme, dan lebih logis. Anak mampu mengklasifikasikan dan mengurutkan suatu benda berdasarkan ciri – ciri suatu objek. Mengkelompokan benda – benda yang sama kedalam dua atau lebih kelompok yang berbeda. Misalnya mengelompokan buku berdasarkan warna maupun ukuran buku.

3. Perkembangan Bahasa Kemampuan bahasa terus tumbuh pada masa ini. Anak lebih baik kemampuanya dalam memahami dan menginterpresentasikan komunikasi lisan dan tulisan. Pada masa ini perkembangan bahasa nampak pada perubahan perbendaharaan kata dan tata bahasa. Bersamaan dengan pertumbuhan perbendaharaan kata selama masa sekolah, anak–anak semakin banyak menggunakan kata kerja yang tepat untuk menjelaskan satu tindakan seperti memukul, melempar, menendang atau menampar. Maka belajar tidak hanya untuk menggunakan banyak kata lagi, tetapi juga memilih kata yang tepat untuk penggunaan tertentu. Area utama dalam pertumbuhan bahasa adalah pragmatis, yaitu penggunn prktis dari bahasa untuk komunikasi. Anak kelas satu merespon pertanyaan orang dewasa dengan jawaban yang lebih sederhana, jawaban pendek. Sebagian besar anak usia 6 tahun sudah dapat menceritakan kembali satu bagian pendek dari buku, film, atau pertunjukan televisi. Belajar membaca dan menulis membebaskan anak-anak dari keterbatasan untuk berkomunikasi langsung. Menulis merupakan tugas yang dirasa lebih sulit daripada membaca bagi anak. Cara belajar menulis dilakukan setahap demi setahap dengan latihan dan seiring dengan perkembangan membaca. Membaca memilik peran penting dalam pengembangan bahasa. Pada masa ini perubahan terjadi dalam hal anak berfikir tentang kata-kata. Mereka menjadi kurang terikat dengan kegiatan dan dimensi pengamatan yang berhubungan dengan kata, dan menjadi lebih analistis dalam hal penggunaan kata-kata. Misalnya : bila anak diminta menyebut sebuah benda yang berhubungan dengan kaa yang didengar, misalnya anjing, maka anak akan merespon dengan satu kata yang menunjukan penampilannya seperti : hitam, besar, atau kepada kegiatan yang berhubungan dengan anjing seperti : duduk, gonggongan anjing. Anak yang lebih tua lebih sering merespon anjing denga menghubungkannya dengan kategori binatang yang dekat atau menyukai seperti kucing. Meningkatnya kemampuan menganilisis kata membantunya untuk mengerti yang tidak secara langsung berhubungan dengan pengalaman pribadinya. Anak bisa membedakan antara saudara kandung dengan saudara sepupu, desa dengan kota dan sebagainya. Demikian juga peningkatan dalam tata bahasa. Anak bisa membandingkan, sehingga bisa mengatakan lebih pendek, lebih dalam dan sering bersifat subjektif. Anak biasanya menggunakan berbagai aturan dalam tata bahasa.

4. Perkembangan Moral Perkembangan moral ditandai dengan kemampuan anak untuk memahami aturan, norma dan etika yang berlaku di masyarakat. Perkembangan moral terlihat dari perilaku moralnya di masyarakat yang menunjukan kesesuaian dengan nilai dan norma di masyarakat. Perilaku moral ini banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua serta perilaku moral orang-orang disekitarnya. Perkembangan moral ini juga tidak terlepas dari perkembangan kognitif dan emosi anak. Menurut Piaget, antara usia 5-12 tahun konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Pengertian yang kaku tentang benar dan salah yang telah dipelajari dari orang tua menjadi berubah. Piaget menyatakan bahwa relativisme moral menggantikan moral yang kaku. Misalnya : bagi anak usia 5 tahun, berbohong adalah hal yang buruk, tetapi bagi anak yang lebih besar sadar bahwa dalam beberapa situasi, berbohong adalah dibenarkan dan oleh karenanya berbohong tidak terlalu buruk. Piaget berpedapat bahwa anak yang lebih muda ditandai dengan moral yang heteronomous sedangkan anak pada usia 10 tahun mereka sudah bergerak ketingkat yang lebih tinggi yang disebut moralitas autonomus. Kohlberg memperluas teori Piaget dan menyebut tingkat kedua dari perkembangan moral masa ini sebagai tingkat moralitas dari aturan-aturan dan penyesuaian konvensional. Dalam tahap pertama dari tingkat ini oleh Kohlberg disebut moralitas anak baik, anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain dan untuk mempertahankan hubungan-hubungan yang baik. Dalam tahap yang kedua Kohlberg menyatakan bahwa bila kelompok sosial menerima peraturan-peraturan yang sesuai bagi semua anggota kelompok, ia harus menyesuaikan diri dengan peraturan untuk menghidari penolakan kelompok dan celaan (Hurlock, 1993 : 163). Kohlberg (Duska dan Wehelan, 1981 : 59-61) menyatakan adanya 6 tahap perkembangan moral. Enam tahap tersebut terjadi pada tiga tingkatan, yakni tingkatan : (1) prakonvensional (2) konvensional (3) pasca konvensional. Pada tahap prakonvensional, anak peka terhadap peraturan-peraturan yang berlatarbelakang budaya dan terhadap penilaian baik buruk, benar-salah tetapi anak mengartikannya dari sudut akibat fisik suatu tindakan. Pada tahap konvensional, memenuhi harapan-harapan keluarga, kelompok atau agama dianggap sebagai suatu yang berharga pada dirinya sendiri, anak tidak peduli apapun akan akibat-akibat langsung yang tejadi. Sikap yang nampak pada tahap ini terlihat dari sikap ingin loyal, ingin menjaga, menunjang dan memberi justifiksi pada ketertiban. Pada tahap pasca konvensional, ditandai dengan adanya uasha yang jelas untuk mengartikan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip yang sahih serta dapat dilaksanakan, lepas dari otoritas kelompok atau orang yang memegang prinsip-prinsip tersebut terlepas apakah individu yang bersangkutan termasuk kelompok itu atau tidak. Pengembangan moral termasuk nilai-nilai agama merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk sikap dan kepribadian anak. Misalnya : mengenalkan anak pada nilai-nilai agama dan memberikan pengarahan terhadap anak tentang hal-hal yang terpuji dan tercela.

 5. Perkembangan Emosi Emosi memainkan peran yang penting dalam kehidupan anak. Sering dan kuatnya emosi anak akan merugikan penyesuaian sosial anak. Emosi yang tidak menyenangkan (unpleasent emotion) merugikan perkembangan anak. Sebaliknya, emosi yang menyenangkan (pleasent emotion) tidak hanya membantu perkembangan anak, tetapi juga merupakan sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan bagi perkembangan anak. Pergaulan yang semakin luas dengan teman sekolah dan teman sebaya lainnya dapat mengembangkan emosinya. Anak akan belajar untuk mengendalikan ungkapan-ungkapan emosi yang kurang dapat diterima.

Ciri-ciri Emosi Masa Kanak-kanak :
 a. Emosi anak berlangsung relatif singkat (sebentar) Emosi anak hanya beberapa menit dan sifatnya tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena emosi anak menampakkan dirinya di dalam kegiatan atau gerakan yang nampak.
b. Emosi anak kuat atau hebat Hal ini terlihat bila anak takut, marah, atau sedang bersenda-gurau. Mereka akan nampak marah sekali, takut sekali, tertawa terbahak-bahak meskipun kemudian cepak hilang.
c. Emosi anak mudah berubah Sering kita jumpai seorang anak yang baru saja menangis berubah menjadi tertawa, dari marah berubah tersenyum. Sering terjadi perubahan, saling berganti-ganti emosi, dari emosi susah ke emosi senang dan sebaliknya dalam waktu yang singkat.
 d. Emosi anak nampak berulang-ulang Hal ini timbul karena anak dalam proses perkembangan kearah kedewasaan. Ia harus mengadakan penyesuaian terhadap situasi di luar, dan hal ini dilakukan secara berulang-ulang
e. Respon emosi anak berbeda-beda Pengamatan terhadap anak dengan berbagai tingkat usia menunjukkan bervariasinya respon emosi. Pada waktu bayi lahir, pola responnya sama. Secara berangsur-angsur, pengalaman belajar dari lingkungannya membentuk tingkah laku dengan perbedaan emosi secara individual.
f. Emosi anak dapat diketahui atau dideteksi dari gejala tingkah lakunya Meskipun anak kadang-kadang tidak memperlihatkan reaksi emosi yang nampak dan langsung, namun emosi itu dapat diketahui dari tingkah lakunya. Misalnya melamun, gelisah, menghisap jari, sering menangis, dan sebagainya.
g. Emosi anak mengalami perubahan dalam kekuatannya Suatu ketika emosi anak begitu kuat, kemudian berkurang. Emosi yang lain mula-mula lemah kemudian berubah menjadi kuat.
 h. Perubahan dalam ungkapan-ungkapan emosional Anak-anak memperlihatkan keinginan yang kuat terhadap apa yang mereka inginkan. Ia tidak mempertimbangkan bahwa keinginan itu baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain, juga tidak mempertimbangkan bahwa untuk memenuhi keinginannya itu
 memerlukan biaya yang tidak terjangkau oleh orang tuanya.

6. Perkembangan Sosial

Perkembangan emosi tak dapat dipisahkan dengan perkembangan sosial, yang sering disebut sebagai perkembangan tingkah laku sosial. Sejak lahir anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dimana ia berada secara terus-menerus.
a. Kegiatan bermain Bermain sangat penting bagi perkembangan fisik, psikis, dan sosial anak. Dengan bermain anak berinteraksi dengan teman main yang banyak memberikan sebagai pengalaman berharga. Bermain secara berkelompok memberikan peluang dan pelajaran kepada anak untuk berinteraksi dan bertenggang rasa dengan sesama teman. Permainan yang disukai anak cenderung kegiatan bermain yang dilakukan secara berkelompok, kecuali bagi anak-anak yang kurang diterima dikelompoknya dan cenderung memilih bermain sendiri.
b. Teman sebaya Teman sebaya pada umumnya adalah teman sekolah dan atau teman bermain di luar sekolah. Pengaruh teman sebaya sangat besar bagi arah perkembangan sosial anak baik yang bersifat positif maupun negatif. Keinginan anak untuk diterima dalam kelompoknya sangat besar. Anak berusaha agar teman-teman dikelompoknya menyukai dirinya.

Santrock (1997, 325) menyatakan bahwa anak sering berfikir: Apa yang bisa aku lakukan agar semua teman menyukaiku? Apa yang salah padaku? Mereka berupaya agar mendapat simpati dari teman-temannya, bahkan ingin menjadi anak yang paling populer di kelompoknya. Wentzal dan Asher menyatakan para pakar perkembangan membedakan 3 tipe anak yang tidak populer, yaitu:
1)Anak yang diabaikan (neglected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan sebagai teman terbaik tetapi bukan tidak disukai oleh teman-teman di kelompoknya. Anak ini biasanya tidak memiliki teman bermain yang akrab, tetapi mereka tidak dibenci atau ditolak oleh teman sebayanya.
2) Anak yang ditolak (rejected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan oleh seseorang sebagai teman terbaik dan tidak disukai oleh kelompoknya, karena biasanya anak yang ditolak adalah anak yang agresif, sok kuasa, dan suka mengganggu. Anak ini biasanya mengalami problem penyesuaian diri yang serius dimasa dewasa.
3) Anak yang kontrovesi (controversial chidren) adalah anak yang sering dinominasikan keduanya yaitu baik sebagai teman terbaik dan sebagai teman yang tidak disukai (Santrock (1997, 325)). Masa kanak-kanak akhir dibagi menjadi dua fase: a. Masa kelas-kelas rendah Sekolah Dasar yang berlangsung antara usia 6/7 tahun – 9/10 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 1, 2, dan 3 Sekolah Dasar, dan b. Masa kelas-kelas tinggi Sekolah Dasar yang berlangsung antara usia 9/10 tahun – 12/13 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar.

Adapun ciri-ciri anak masa kelas-kelas rendah Sekolah Dasar adalah: a. Ada hubungan yang kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah, b. Suka memuji diri-sendiri, c. Kalau tidak dapat menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan, tugas atau pekerjaan itu dianggapnya tidak penting, d. Suka membandingkan dirinya dengan anak lain, jika hal itu menguntungkan dirinya, dan e. Suka meremehkan orang lain. Ciri-ciri khas anak masa kelas-kelas tinggi Sekolah Dasar, yaitu: a. Perhatiannya tertuju pada kehidupan praktis sehari-hari, b. Ingin tahu, ingin belajar, dan realistis, c. Timbul minat pada pelajaran-pelajaran khusus, d. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah, dan e. Anak-anak suka membentuk kelompok sebaya atau peergroup untuk bermain bersama, mereka membuat peraturan sendiri dalam kelompoknya.

 BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Perkembangan atau development merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Ini berarti, perkembangan terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat progresif (maju),baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sedangkan pengertian belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan - perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap. Macam-macam dari perkembangan seorang anak yaitu Perkembangan Masa Kanak-Kanak Awal (2 – 6 Tahun) yang meliputi (Perkembangan Fisik pada Masa Kanak-kanak Awal, Perkembangan Sosio-emosional pada Masa Kanak-kanak Awal, Perkembangan Intelektual pada Masa Kanak-kanak Awal), Perkembangan Masa Kanak-kanak Tengah dan Akhir (6 – 12 Tahun). Perkembangna seorang anak juga dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu emosi, moral, bahasa, fisik, dan sosial.

 Daftar Pustaka
• http://blogerbugis.blogspot.com/2012/10/pengertian-psikologi-perkembangan-anak.html#ixzz2x2Yxp4oo
• http://mercystkyle.wordpress.com/2013/02/04/modals-integrated/
• http://umibadriyah.blogspot.com/2013/12/perkembangan-fisik-motorik-kognitif-dan_2255.html

Selasa, 09 Desember 2014

PERANAN DAN MANFAAT TIK BK

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kata teknologi harfiah berasal dari bahasa ”texere” yang berarti menyusun atau membangun. Sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Secara Etimologi, Informasi berasal dari bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garisbesar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”. Dari pengertian kedua kata tersebut, pengertian dasar Teknologi Informasi adalah menyusun data yang telah diolah untuk mengambil suatu keputusan oleh penerima informasi tersebut. Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK/ICT terbagi menjadi dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan.
Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia selalu berjalan dari masa ke masa. Sebagai Negara yang sedang berkembang, selalu mengadopsi berbagai teknologi informasi hingga akhirnya tiba di suatu masa di mana penggunaan internet mulai menjadi “makanan” sehari-hari yang dikenal dengan teknologi berbasis intenet (internet based technology). Sebagian besar orang dapat dan telah mengakses informasi yang tersedia melalui perpaduan teknologi komunikasi dan teknologi informasi dari mana saja dan kapan saja. Saat ini perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi seluruh bidang kehidupan umat manusia. Intrusi teknologi ini telah masuk ke dalam berbagai bidang teknologi lain hingga sedemikian jauh, sampai-sampai tidak ada satupun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak memanfaatkan perangkat teknologi informasi. Membicarakan pengaruh teknologi informasi pada berbagai bidang lain tentu memerlukan waktu diskusi yang sangat panjang. Selain telah mendarah daging pada kehidupan sehari – hari manusia, ICT/TIK juga telah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan lainnya. Salah satunya adalah pada bidang industri. Ketepatan dan kemudahaan berbagi informasi menjadi salah satu faktor vital bagi bagian produksi industri apapun sehingga teknologi informasi dan teknologi komunikasi berpengaruh besar dalam membantu proses pembagian informasi secara real-time dan akurat serta berperan dalam memudahkan proses perencanaan dengan pengolahan data yang lebih baik.
 Dalam makalah ini kami membahas lebih dalam mengenai peranan dan manfaat teknologi informasi dan komunikasi.

 1.2 Rumusan Masalah
 1. Apa saja peranan teknologi informasi dan komunikasi ?
 2. Apa saja manfaat teknologi informasi dan komunikasi ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui peranan teknologi informasi dan komunikasi.
 2. Untuk mengetahui manfaat teknologi informasi dan komunikasi.

 BAB II PEMBAHASAN
A. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat cepat membuat seluruh aktifitas yang dilakukan oleh manusia semakin singkat dan cepat. Dalam hal ini perkembangan tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung seluruh aktifitas manusia dalam segala bidang antara lain :

 1. Bidang Pendidikan (e-education) Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran-pergeseran dalam dunia pendidikan dari tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka dan lebih fleksibel. Beberapa ahli sejak dulu telah meramalkan perubahan-perubahan di bidang pendidikan.
Mereka itu diantaranya berikut ini: Ivan Illich, tahun 70-an mengagas tentang “Pendidikan tanpa Sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrim guru tidak lagi diperlukan. Berikut merupakan beberapa pendapat dari beberapa ahli:
1. Bishop G., tahun 1989 meramalkan bahwa pendidikan mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa batasan usia maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
2. Mason R., tahun 1994 berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan terjadinya interaksi dan kolaborasi..
3. Tony Bates, tahun 1995 menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting untuk kesejahteraan ekonomi.
4. Alisjahbana I., tahun 1966 mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”, teknik pengajaran akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan interdisipliner.
 5. Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multimedia Communication (CMC)” yang bersifat sinkron dan asinkron.

 Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa depan akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri, memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.

2. Bidang Pemerintahan (e-government)

E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).

 3. Bidang Keuangan dan Perbankan

Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja. Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan SDM dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN (Local Area Network) ataupun WAN (Wide Area Network) dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM (Sumber Daya Manusia) berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

4. Bidang Perniagaan dan Perdagangan (e-commerce)

 Electronic Comerce (E-Commerce) atau perdagangan secara elektronik adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatan jaringan telekomunikasi terutama Internet. Internet memungkinkan orang atau organisasi yang berada pada jarak yang jauh dapat saling berkomunikasi dengan biaya yang murah. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan transaksi perdagangan. Ada banyak bentuk perdagangan secara elektonik yang dilakukan sekarang , antara lain : Internet Banking, pembelian dan penyedian barang, toko online dan sebagainya. Perdagangan secara elektronik memberikan keuntungan baik kepada perusahan maupun kepada pelanggan (customer).

E-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisinis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan informasi yang dilakukan secara elektronik”. Di internet, juga bisa melakukan transaksi jual beli barang. Sekarang di internet sudah banyak terdapat toko online. Secara fisik, mereka bukan toko dalam arti sebenarnya. Mereka hanya menyediakan situs web, dan melalui situs web ini bisa memesan barang-barang tertentu pada mereka. Misalnya saja hendak membeli mobil. tinggal mengisi formulir yang disediakan, menuliskan spesifikasi mobil yang hendak di beli, lalu tekan tombol buy (beli). Pembayaran dilakukan dengan kartu kredit (melalui internet juga). Beberapa hari kemudian, mobil yang Anda pesan tersebut diantar ke rumah Anda.

 B. Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK

 Dengan kemampuan untuk mendistribusikan informasi secara cepat, dari satu tempat ke tempat yang lain yang berjauhan, tentu saja memberikan manfaat yang sangat berarti dalam kehidupan manusia. Berikut ini dijelaskan manfaat penerapan TIK bagi Bimbingan dan Konseling :
1. Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik.
2. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadapmateri yang diberikan.
3. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email.
4. Tidak akan menimbulkan kebosanan.
5. Karena tuntutan layanan yang harus diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling kepada seluruh siswa di sekolah yang begitu besar sementara ratio jumlah Konselor/ Guru BK tidak seimbang dengan jumlah siswa di sekolah, sehingga diharapkan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini masalah-masalah siswa yang bersifat minor di sekolah dapat ditangani secara menyeluruh.
Sedangkan manfaat lainnya sebagai berikut :
 1) Globalisasi Dengan hadirnya TIK, orang-orang yang tersebar di dunia bisa saling bertukar informasi atau berinteraksi dengan cepat dan effisien, tidak tergantung pada lokasi mereka ataupun perbedaan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Seorang siswa yang tinggal di daerah yang terpencil bisa mengambil informasi atau memperoleh pengetahuan yang sebenarnya terletak ribuan atau ratusan ribu kilometer darinya. Sebagai contoh, seorang yang ingin beli buku yang ada di luar negri cukup mendatangi warung internet, jika tidak punya akses di rumah atau di kantor, dan melakukan pemesanan karena penjual membuka toko buku online.
2) Kemudahan Berkomunikasi Dengan buatan TIK, setiap orang dapat berkomunikasi dengan cepat, murah dan efisien. Orang bisa menggunakan komunikasi tidak langsung seperti surat elektronis, komunikasi langsung melalui chatting, ataupun bertatap muka secara elektronis melalui videokonferensi.
3) Dukungan Pembelajaran Banyak program komputer yang ditujukan untuk mempermudah orang dalam mempelajari ilmu pengetahuan maupun bahasa asing,dengan dukungan multimedia, ilmu-ilmu yang sering dianggap sulit dapat disajikan dalam bentuk atau cara yang membuat orang senang mempelajarinya. Sesuatu materi juga dapat dipelajari dengan komputer tanpa harus menginstal program karena program ditauh pada penyedia dan kita cukup mengunjungi situs webnya.
 4) Penghematan Biaya Pebisnis dapat menggunakan TIK untuk menjalankan bisnis dengan harapan dapat melakukan penghematan biaya sehingga bisa menjual produk dengan lebih mudah dan meningkatkan kompetisi dengan pesaing. Berbagai perusahaan bisa saling bekerja sama untuk bertukar informasi secara otomatis sehingga tidak perlu melibatkan orang lain secara khusus. Mesin otomatis dapat bekerja menggantikan peran manusia sehingga produksei menjadi lebih mudah dan kualitas seragam bisa diperoleh. 5) Penghilangan Kendala Waktu Dengan dukungan TIK, perusahaan dapat melayani pelanggan selama 24 jam sehari. Perusahan dapat mengoperasikan bisnis tanpa kendala waktu. Nasabah bank bisa mengambil uang kapan saja dengan cukup mendatangi mesin ATM. Bank pun tidak perlu menggaji teller untuk bekerja 24 jam nonstop. Mobile banking memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi atau melihat saldo dari mana saja, Sekalipun mungkin ia sedang berada di hutan atau negara lain yang tidak menyediakan ATM bank bersangkutan.
6) Peningkatan Layanan TIK dapat digunakan untuk meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan. ATM, mobile banking, toko online merupakan salah satu bentuk peningkatan layanan kepada pelanggan. Perbaikan layanan tersebut diharapkan mampu menjaga loyalitas pelanggan. Banyak pemerintah kita atau kabupaten yang menyelenggarakan e-gov dalam rangka memberikan kemudahan dalam melayani masyarakat atau pebisnis.
7) Peningkatan Produktivitas Kerja TIK juga dapat digukana untuk meningkatkan produktivitas kerja sehingga pekerja dapat memberikan sumbangan berarti yang lebih banyak kepada institusi tempat mereka bekerja. Hal – hal yang menjemukan seperti melakukan perhitungan kredit dapat dialihkan ke komputer dan pekerja dapat memanfaatkan waktunya untuk berfikir ke hal0hal yang lebih produktif atau meningkatkan kreativitasnya sehingga lebih memberi manfaat bagi perusahaan.
8) Pencitpaan Lapangan kerja Baru TIK telah membuka banyak lapangan kerja baru sehingga penjaga warnung internet, tenaga pemasar, pemrogram dan ragam tenanga khsusu yang dibutuhkan keterampilan. Pada saat ini banyak istilah spesialis yang terkait dengan dunia TIK, seperti analis sistem, desainer sistem, webmaster, dan system engineer.
9) Penggantian Pekerjaan yang Beresiko TIK dapat pula dimanfaatkan untuk menangani aktivitas yang membahayakan jiwa manusia, misalnya pada pengecoran logam atau pada penanganan limbah. Contoh lain yang menarik telah dilakukan oleh badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Pada 4 December 1996, NASA mengirimkan pesawat tanpa awak ke planet mars. Misinya adalah melakukan analisa terhadap atmosfer, cuaca dan kondisi tanah di planet tersebut. Pesawat ini membawa robot berbentuk kendaraan yang diberinama Sojourner atau bebatuan Sojourner Rover dan dapat melakukan penelitian terhadap bebatuan di Planet Mars. RObot ini dapat mengirimkan gambar-gambar yang diamati ke bumi.
10) Resource sharing Dengan resource sharing dapat menggunakan sumberdaya yang secara bersama-sama. Misalnya seorang pengguna yang berada di 100 Km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut dan seolah olah data tersebut berada di dekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mengatasi masalah jarak.
11) Reliabilitas tinggi Dengan reliabilitas tinggi dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya semua file dapat disimpan atau di copy ke dua, ketiga , atau lebih komputer yang terkoneksi ke jaringan. Sehingga bila satu mesin rusak maka salinan di mesin lain bisa digunakan.

Teknologi informasi memiliki beberapa peranan dan manfaat dalam bimbingan dan konseling (Yusron, 2010), yaitu:
a. Publikasi TI dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK. Publikasi pengumuman, makalah, materi ajar, program aplikasi gratis, data, dll. yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas pada situs web (website). website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter. Pelayanan dan Bantuan Bimbingan dan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif, Misalnya penggunaan media power point dan video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan, Pemanfaatan internet untuk survei, studi eksplorasi, mencari data, informasi atau dokumen elektronik yang berharga Pendidikan Di dalam informasi yang diberikan melalui sarana TI mengandung unsur pendidikan Penyelenggaraan kompetisi ilmiah, seni, ketangkasan secara on line yang bernilai positif bagi masyarakat luas. layanan BK berbasis berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter. fungsi khusus keberadaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling diantaranya adalah sebagai berikut, yaitu:
 1. Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data. 2. Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya. 3. Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling. 4. Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik (cyber counseling). 5. Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur. Potensi penggunaan teknologi informasi untuk

Bimbingan dan Konselling menurut Cabanis (1999) yaitu, terdapat 8 potensi teknologi komputer berbasis internet dan 3 potensi komputer berbasis non internet untuk Bimbingan dan Konselling. 8 potensi teknologi komputer berbasis internet. - Email / Surat elektronik - Website / Homepages - Komputer konfrensi video - Sistem bulletin board/ listservs / newsgroup - Simulasi terkomputerisasi - Pangkalan data / FTP Sites - Chat Rooms / Electronic Discussion Groups - Software berbasis internet 3 potensi komputer berbasis non internet • Spreadsheet • Pemrosesan kata • Software non internet.
Potensi teknologi komputer berbasis internet yang dapat digunakan untuk Bimbingan dan Konselling yaitu :
 a. Email / Surat elektronik Potensi penggunakaan oleh konselor antara lain untuk terapi, marketing, screening, client / therapist, surat menyurat untuk penjadwalan janji, monitoring inter-sessions, dan tindak lanjut post-therapeutic, transfer rekaman klien, referal, masukan, pekerjaan rumah, penelitian dan colegial profesional. (Bowman & Bowman, 1998). bk_unnes.yahoo.co.id, journalbkunnes@yahoo.com
b. Website / Homepages Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk pemasaran, periklanan, diseminasi informasi, dan publikasi. http://www.cybercounceling.co.cc , http://bk.unnes.ac.id
c. Komputer konfrensi video Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk terapi, pekerjaan rumah, refeal, dan konsultasi.
d. Sistem bulletin board/listservs/news group Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk konsultasi, referal / alih tangan kasus, sumberdaya untuk informasi, dan kegiatan asosiasi profesional. .
e. Simulasi terkomputerisasi Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk supervisi dan pelatihan kompetensi.
f. Pangkalan data / FTP Sites Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk penelitian, sumber informasi bagi therapis, sumber informasi perpustakaan, transfer rekaman klien, penilaian dan analisis. Chat Rooms / Electronic Discussion Groups Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk terapi kelompok, membantu diri sendiri dan asesment / pengukuran.
h. \Software berbasis internet Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk pelatihan ketrampilan dan keahlian, bantuan diri sendiri dan pelatihan ketrampilan dan pekerjaan rumah. www.software-bk.com, sofware aplikasi BK/BP Potensi teknologi komputer berbasis non internet yang dapat digunakan untuk Bimbingan dan Konselling yaitu :
 a. Spreadsheet Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk tata kearsipan, data organisasi, informasi klien dan penelitian
b. Pemrosesan kata Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk tata kearsipan, surat menyurat, marketing, publikasi, penelitian.
c. Software non internet. Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk pelatihan ketrampilan untuk profesional dan klien, informasi bantuan diri sendiri, marketing, manajemen kantor, sumber referensi dan catatan kasus.

E-Sosiometri 8 hal yang diperlukan untuk membekali pengetahuan calon konselor terhadap teknologi informasi (Handarini (2007) yaitu:
a. Memahami dan mengikuti penggunaan teknologi mutakhir dalam pendidikan
b. Memiliki keterampilan dasar komputer, lancar dalam hal teknologi
c. Menguasai dan menggunakan berbagai komponen internet terkait layanan bimbingan
d. Mampu mengartikulasikan implikasi dan kesempatan penggunaan teknologi
e. Bertindak sebagai konsumen teknologi yang terdidik dan obyektif
f. Mengenal adanya kelompok dan kegiatan bimbingan yang “virtual” dengan menggunakan teknologi yang dapat mereka ikuti
g. Mampu menggunakan database untuk memonitor dan mengartikulasikan kemajuan siswa
h. Berpartisipasi dalam pengembangan rencana pendidikan berbasis teknologi

Berdasarkan potensi penggunaan komputer untuk konselor, dapat diuraikan manfaat penggunaan teknologi computer untuk Bimbingan dan Konseling (Sampson , Kolodinsky, & Greeno 1997).
 Setidaknya ada 28(dua puluh delapan) manfaat dari penggunaan komputer berbasis internet terhadap profesi konseling. Manfaat Komputer berbasis Internet untuk Bimbingan dan Konseling
1. Bantuan diri : Software
2. Client/therapist : Email / surat elektronik
3. Collegial professional : Email / surat elektronik
4. Diseminasi informasi : Website/ homepage
5. Dukungan / pengukuhan : Chat rooms
6. Kegiatan asosiasi professional : newsgroups
7. Konsultasi : a. Computer konferensi video b. Newsgroups
8. Marketing : Email / surat elektronik
9. Masukan : Email / surat elektronik
10. Membantu diri sendiri : Chat rooms
11. Monitoring inter-sessions Email / surat elektronik
12. Pekerjaan rumah : a. Email / surat elektronik b. Computer konferensi video c. Software
13. Pelatihan keterampilan Software
14. Pelatihan kompetensi Simulasi terkomputerisasi
15. Pemasaran / periklanan Website / homepage
16. Penelitian : a. Email / surat elektronik b. Pangkalan data / FTP site
17. Penilaian dan analisis : Pangkalan data / FTP site
18. Publikasi : Website / homepage
19. Referral / alih tangan : a. Newsgroups b. Email / surat elektronik c. Komputer konferensi video
20. Screening : Email / surat elektronik
21. Sumber daya untuk informasi : a. Newsgroups b. Pangkalan data / FTP site
22. Sumber informasi perpustakaan : Pangkalan data / FTP site
23. Supervisi : Simulasi terkomputerisasi
24. Surat menyurat untuk penjadwalan / janji : Email / surat elektronik
25. Terapi kelompok : Chat rooms
26. Terapi : a. Email / surat elektronik b. Komputer konferensi video
27. Tindak lanjut post-therapeutic : Email / surat elektronik
28. Transfer rekaman klien : a. Email / surat elektronik b. Pangkalan data / FTP site Menurut Handarini (2006), menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bk yaitu : 1) layanan appraisal, 2) layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4) layanan konsultasi, 5) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan 6) layanan evaluasi.

 BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan, Perkembangan Teknologi memang sangat diperlukan. Kita sangat sadar sekali bahwa kemajuan teknologi saat ini banayak memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia dalam berbagai bidang, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya. TIK dengan kemampuan untuk mendistribusikan informasi secara cepat, dari satu tempat ke tempat yang lain yang berjauhan, tentu saja memberikan manfaat yang sangat berarti dalam kehidupan manusia.Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia. Jadi sangat perlu sekali pembelajaran atau pengetahuan tentang teknologi yang harus diterapkan sejak dini. Karena kita mengetahui dampak dari teknologi jika digunakan terus-menerus dan berlebihan yang berdampak negatif sangat tinggi.

3.2. Saran

Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini sangat penting sekali bagi kehidupan, karena Teknologi Informasi dan Komunikasi itu sangat banyak sekali manfaat nya, terutama di zaman sekarang zaman era globalisasi komputer itu sudah tidak asing lagi, bahkan sekarang hampir semua orang memiliki komputer, tapi di samping banyak manfaat nya juga ada segi negatif nya juga. Banyak sekali pengaruh-pengaruh negatif kalau kita tidak bisa menggunakan dalam bentuk yang posiif, Bahkan banyak sekali akibat dari penyalahgunaan internet akan berakibat negatif pada kita,seperti kalau kita membuka hal-hal yang tidak baik, kita bisa terpengaruhi oleh hal-hal tersebut. Untuk itu mari kita pergunakan komputer atau internet dengan sebaik-baik nya, jangan kita gunakan internet untuk yang tidak baik, karena kalau kita bisa menggunakan atau memanfaatkan dengan sebaik-baik nya kita bisa menjadi orang cerdas.

 DAFTAR PUSTAKA

 • http://www.artikeltik.com/manfaat-teknologi-informasi-komunikasi-tik.html
• http://asepnasa.weebly.com/peranan-tik.html
• http://widy.mhs.narotama.ac.id/2014/01/09/peran-dan-manfaat-tik-dalam-pendidikan/
• http://mrizalsobri91.wordpress.com/category/manfaat-tik
• http://bk112073.blogspot.com/2013/12/tik-dalam-bimbingan-dan-konseling.html